Kamis, 28 April 2016

Alasan Dibalik Istilah Pamali yang Sering Kita Dengar

Diposting oleh Rasmawaty



Pamali telah ada sebelum munculnya Teoisme. Dimana Masyarakat belum mengenal ajaran atau keyakinan tentang Tuhan. Pamali berkembang bersama dengan kepercayaan Animisme dan Dinamisme. Pamali atau yang biasa kita dengar dengan sebutan Tabu atau pantangan adalah suatu pelarangan sosial yang kuat terhadap kata, benda, tindakan, atau orang yang dianggap tidak diinginkan oleh suatu kelompok, budaya, atau masyarakat. Pamali juga di anggap sebagai nilai pencitraan tradisional dan kadang di kaitkan dengan sesuatu yang mistis. Pamali biasanya tidak dapat diterima dan dapat dianggap menyerang atau bahkan menghukum beberapa tindakan atau kebiasaan yang bersifat tabu bahkan dapat dilarang secara hukum. Pelanggarannya dapat menyebabkan pemberian sanksi keras. Selain itu juga membuat malu, aib, dan perlakuan kasar dari lingkungan sekitar.

           Sejak dulu istilah Pamali masih sering kita dengar di kalangan orangtua. Contohnya  pada masyarakat suku mandar tentunya. Namun seiring waktu berlalu Istilah Pamali kurang di terima oleh generasi muda. Begitu banyak pertanyaan tentang pamali yang selalu mengharapkan jawaban yang logis. Maka tak heran jika banyak kalangan yang mulai membangkang dan menyebut bahwa pamali hanyalah bagian dari Mitos yang tidak dapat di buktikan kebenarannya. Nah… saya akan mengulas beberapa hal yang di anggap Pamali dan mencocokkannya dengan beberapa alasan yang logis mengapa hal tersebut bisa di anggap pamali. Di antaranya sebagai berikut. 
cekidot !!

1.    Dilarang menggunting kuku di malam hari, atau kuntilanak akan membuntutimu hingga pagi menjelang.
Penjelasan logis : orang – orang dulu khususnya masyarakat mandar menggunakan pelita sebagai penerangan di malam hari dimana belum ada listrik. Mereka menggunakan pisau atau celurit untuk memotong kuku. Para orangtua khawatir pisau tersebut akan melukai jari anak – anak mereka di karenakan penerangan dari cahaya pelita kurang memadai.

2.    Dilarang makan sambil bercerita atau lehermu menjadi bengkak dan bernanah
Penjelasan logis : makan sambil berbicara bisa saja membuatmu tersendak dan batuk bukan ? :)

3.    Dilarang makan sendiri di waktu magrib, di larang telungkup sesudah makan atau orangtuamu cepat meninggal.
Penjelasan logis : makan di waktu magrib akan mengurangi jatah makan keluarga sesudah magrib. Mengingat saat itu kebutuhan pangan sangat sulit.
Penjelasan logis di larang telungkup sesudah makan adalah karena apabila bertelungkup sesudah makan dapat menekan perut yang kekenyangan dan dapat mengakibatkan mual dan muntah.

4.    Anak – anak di larang tidur telentang di atas rumput karena ketika ada burung yang terbang melintasimu, kamu akan mengalami kematian pada sebagian anggota tubuh. (orang – orang mengenal dengan istilah Stroke)
Penjelasan logis : para orantua khawatir apabila anak – anak mereka akan mengalami gatal – gatal di malam hari. Dan juga khawatir serangga ( seperti semut, lipan, dsb ) memasuki telinga sang anak.

5.    Dilarang membuang makanan atau sisa makanan saat menjelang petang atau arwah penasaran akan mendatangi makanan tersebut dan mengganggumu.
Penjelasan Logis : saat petang, ayam – ayam peliharaan akan kembali ke kandang dan tidak bias menikmati makanan sisa yang di buang. Akan lebih baik jika makanan sisa di buang pada pagi hari.

6.    Dilarang makan atau duduk di atas Pikellu ( sejenis alat parut kelapa tradisional ala suku Mandar ) atau buaya akan melahapmu saat turun ke sungai. #nah… bagaimana kalo sungainya gak ada buayanya? Wkwkwkwk )
Penjelasan logis : mereka khawatir mata Pikellu akan melukai seseorang yang kebetulan lewat di sekitarnya.

Yupsss….. itulah beberapa alasan di balik istilah Pamali yang sering kita dengar dari orangtua sejak kita masih kecil. Entah memang benar adanya atau tidak, alasa para orangtua menghubungkan hal – hal apapun dengan Pamali adalah demi kebaikan anak – anaknya. Karena kebanyakan anak – anak tak akan mendengar jika hal yang ingin mereka lakukan di larang. Menakut – nakuti mereka dengan istilah Pamali, maka hilanglah kekhawatiran para orangtua. Sebenarnya masih banyak lagi Pamali – pamali yang belum saya sebutkan disini. Di lain waktu akan saya updade dan repost ulang. 

thanks before ^^

0 komentar on "Alasan Dibalik Istilah Pamali yang Sering Kita Dengar"

Posting Komentar

 

Rasmawaty's Personal Notes Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal